Lantunan Yasin Menggema di Lapas Wahai, Warga Binaan Perkuat Iman dan Harapan
Wahai, indonesiatimur.co – Suasana haru dan khusyuk menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai saat puluhan Warga Binaan berkumpul di Masjid At-Taubah untuk menggelar lantunan Surat Yasin dan doa bersama, Kamis (28/05/2026) malam. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur usai merayakan Iduladha.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa yang dipimpin oleh petugas kerohanian Lapas ini diikuti dengan khidmat oleh Warga Binaan. Suasana makin syahdu saat mereka bermunajat, memohon ampunan, serta merefleksikan makna pengorbanan dan keikhlasan di momen hari raya.
Salah seorang Warga Binaan berinisial AG mengungkapkan rasa syukurnya karena masih diberikan kesempatan untuk beribadah. “Di balik jeruji besi ini, kami merasa damai dan bersyukur masih bisa berkumpul bersama teman-teman membaca Yasin. Momen kurban kali ini mengingatkan kami untuk terus ikhlas dan berharap menjadi manusia yang lebih baik lagi saat kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya penuh haru.
Apresiasi disampaikan Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi. Menurutnya, Yasinan merupakan program pembinaan kerohanian yang terus digalakkan guna membentuk mental dan spiritual Warga Binaan.
“Iduladha mengajarkan nilai pengorbanan dan keikhlasan. Kami berharap momentum ini benar-benar menjadi refleksi diri bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki akhlak, istikamah dalam beribadah, dan menjadikan masa hukuman ini sebagai proses transformasi menuju pribadi yang bermanfaat,” harap La Joi.
Apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai konsistensi pembinaan keagamaan di Lapas Wahai merupakan wujud nyata Pemasyarakatan yang humanis dan transformatif.
“Pembinaan kerohanian adalah fondasi utama dalam pembentukan karakter Warga Binaan. Melalui Yasinan dan doa bersama, diharapkan meredam emosi, menumbuhkan ketenangan batin, dan memperkuat keimanan mereka. Ini adalah bekal spiritual yang sangat penting agar mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat dengan pribadi yang jauh lebih baik,” ungkap Ricky.
Kegiatan keagamaan di Lapas Wahai berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Lapas Wahai memastikan pembinaan kerohanian seperti ini akan terus menjadi agenda rutin demi menjaga stabilitas mental para Warga Binaan selama menjalani masa pidana. (it-06)


